Aku keluar dari ICU besoknya (hari minggu) setelah dinyatakan operasi berhasil
dan kondisi normal oleh dokter.
Pffiuhhh... leganya bisa keluar dari ICU dan segera bisa lihat si kecil.
Ternyata kelegaan belum berakhir, karena infus masih terpasang, jadinya
harus tetap berbaring nggak boleh kemana-mana termasuk nengokin Sherlyn kecil.
Gara-garanya ya si kentut belum datang jadi gak bisa copot infus...
aduh mak... udah deh.. gulang-guling seharian nggak bisa tenang, mandi
musti dimandiin suster secara selang masih nempel dimana-mana
Baru kira-kira siang menjelang sore yang ditunggu-tunggu tiba duh leganya
tanda operasi nggak ada masalah sudah datang.
Setelah infus dicopot, mulai belajar jalan pelan-pelan.
sudah mupeng liat Sherlyn jadi belajar jalannya rada dinekatin, jam 19.00
(24jam setelah lahiran) baru aku bisa lihat Sherlyn di ruang bayi
Duh.. lucunya, lagi tidur, pengen gendong nggak boleh kemaleman soale.
Besok pagi-pagi langsung naik lantai 2 jam 5 pagi, suster bilang itu jam menyusui
makane langsung ae nggak pikir panjang ke atas untuk "ketemu" Sherlyn yang
waktu itu masih belum dinamain.
Ternyata sudah banyak ibu-ibu yang lain yang dateng ke ruang bayi.
Aku minta Sherlyn kecil dari suster jaga, dikasih ke gendongan aku
Gini to rasanya jadi mama, ndak terlukiskan waktu gendong pertama kali
rasanya ndak bisa dilukiskan dengan kata-kata.
Pertama kali mulai menyusui, Sherlyn kecil nggak terlalu mau, suster bilang terus
harus dicoba supaya asinya bisa keluar.
Puji Tuhan, kolostrum nya bisa dikasih ke Sherlyn. Dari hasil belajar, susu keluar
pertama yang berwarna kuning (kolostrum) harus bisa diberikan ke bayi baru lahir
supaya bisa jadi kekebalan tubuh.
Sejak saat itu, tiap 2 jam sekali saya naik lantai 2 untuk kasih asi ke Sherlyn.
Sayang Sherlyn sudah kecampur susu formula, gara-gara aku gak bisa kasih asi
dini ke dia. Tapi ndak apa-apa lah, yang penting sekarang Sherlyn sehat.
Hari Selasa, setelah cek dokter, aku dinyatakan boleh pulang.
Tapi ndak berlaku buat Sherlyn, DSA nya bilang kalo dia kuning, yang artinya
fungsi hatinya masih belum sempurna jadi harus disinar 24jam.
Wah, langsung was-was, sempat bingung juga, gawat ato ndak, tapi kita berdua
putusin untuk turuti apa kata dokter.
Rasanya gak enak hati aja, kok tega banget ninggalin anak umur 3 hari sendirian
di rumkit, pengen nangiss tapi buat kebaikan dia.
Malem aku ndak isa tidur, masih kebayang tadi sore dateng rumkit untuk nyusuin dia.
Akhirnya hari rabu pun datang, siang2 kita udah siap berangkat untuk penghuni
baru rumah Purimas hehe...
sampai rumah sakit langsung kita ambil Sherlyn dan kita bawa pulang ke rumah Purimas.
Akhirnya dia bisa tidur di tempat tidur dia sendiri di box yang sudah disiapin sama
papa nya, dan bisa tinggal bareng sama ortu nya.
Welcome home Sherlyn Margaretha Rahardjo.
Friday, February 1, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment